Affiliate Banner Unlimited Hosting Indonesia

Ucapan Selamat Natal yang Jadi Polemik Setiap Tahun, Ini Jawabannya.


Setiap tahun Ucapan selamat natal selalu menjadi perdebatan di kalangan internal umat islam, ada yang membolehkan ucapan selamat natal ada juga yang tidak membolehkan.

Alasan bagi pihak-pihak yang melarang mengucapkan selamat natal kepada umat kristiani adalah karena menyangkut akidah umat islam, dengan mengucapkan selamat natal berarti menyerupai umat non muslim yang dalam akidah agama islam dilarang. selain itu alesanya adalah Natal bukan perayaan umat muslim, (iya juga ya)

Beberapa tokoh yang melarang umat islam adalah Ustad Tengku Zulkarnain, orang-orang memanggilanya ayah naen, dalam cuitannya di akun twitter pribadinya, @ustadtengkuzul beliau menulis :

Ada yg berkata:"Muslim menolak mengucapkan Selamat Natal, krn takut Imannya rusak adalah Mrk yg Beriman LEMAH...! Terus yg menolak MAKAN BABI, takut Imannya rusak, Imannya Lemah? Yg menolak berzina, berarti Imannya Lemah? Yg Menolak Makan Riba berarti Imannya Lemah? Gile Lu Ndro


ini tweet asilnya :
Ustad Tengku Zulkarnain adalah salah satu tokoh Majelis Ulama Indonesia, dan juga sering memberikan dakwah kepada umat islam, namun banyak dari kalengan internal umat islam tidak menyukai tabiatnya karena sering banyak mengeluarkan kritik terhadap pemereintah, dan banyak tweet-tweetnya ditanggapi negatif oleh pengikutnya.

Beberapa waktu lalau MUI Jawa timur juga mengeluarkan maklumat untuk tidak mengucapkan selamat natal bagi umat kristiani, alasannya adalah akidah, tapi kusus wapres Maruf Amin boleh mengucapakan selamat natal karena beliau adalah ulama sekaligus umara, 

Sektretaris MUI Jawa Timur Moch Yunus mengatakaan:
Toleransi itu setuju dan disepakati dalam perbedaan masing-masing agama. Sehingga ketika orang tidak mengucapkan selamat hari Natal, tidak menggunakan atribut perayaan mereka, itu bukan dimaksud intoleran,” kata Yunus.

Ini suratnya imbauan dari MUI Jawa timur kepada umat islam


Meskipun beberapa pihak melarang mengucapkan selamat natal bagi umat kristiani, namun banyak yang dari umat islam sendiri tidak setuju dengan larangan itu, alasanya adalah tidak ada larangan yang secara spesifik dalam alquran tentang mengucapkan selamat hari natal ini, karena tidak ada larangan secara eksplisit, pelarangan mengucapkan selamat natal ini adalah bagian dari ijtihad para ulama, sedangkan ijitihad para ulama hukumnya tidak mutlak, dan umat dibolehkan memilih salah satu ijtihad.
Alasan lainnya adalah menurut Ulama mesir terkemukan Shaik Yusuf Qaradhawi, Syaik Ali Jum'ah, Syaik Mustafa Zarqa membolehkan ucapan selamat natal, bahkan ucapan selamat natal dianggap sebagai mauamalah, maksudnya adalah amalan ritual, dan tidak menyankut akidah.

Menaggapi Fatwa MUI Jawa timur dan berbagai pihak umat islam yang tidak membolehkan mengucapkan selamat natal ini, kedua ormas terbesar di Indonesia yaitu Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama memiliki kesamaan pandangan yaitu, bahwa kontroversi pelarangan pengucapan selamat natal kepada umat kristiani dalah masih dalam ijitihad-ijtihad para ulama dimana seseorang boleh mengucapkannya atau tidak mengucapkannya. 

Kedua ormas itu menyampaikan bahwa pihak-pihak yang pro maupun kontra harus saling menghormati antara yang mengucapkan dan tidak mengucapkan. 

Lebih detail lagi pengurus Nahdlatul Ulama mengemukakan :

Bagi orang yang tidak mau mengucapkan, memang ada ulama-ualam yang juga tidak mau mengucapkan. Seperti Bin Baz, Ustaimin. Bagi para… mereka yang mengikuti fatwanya Bin Baz dan Ustaimin, yang paling penting mereka bisa menghormati dengan caranya dan saya harapkan yang non-muslimnya pun memahami bahwa ada kelompok yang memang tidak bisa mengucapkannya karena ada fatwanya Utsaimin dan Bin Baz,” tutur Marsudi Syuhud, Ketua PBNU.

Muhamammadiyah Juga mengemukakan pendapatnya soal ini 
Kalau Muhammadiyah mungkin menghormati pendapat apapun. Itu kan berdasarkan semacam ijtihad para ulama. Ada yang membolehkan dan ada yang tidak membolehkan. Kita menghormati apapun yang difatwakan para ulama, oleh para kiai terhadap hal ini,” kata Dadang Kahmad, Ketua PP Muhammadiyah.

Jadi jelas ya bahwa mengucapkan selamat natal itu boleh, kalo yang tidak mengucapkan ya boleh, tapi harus saling menghormati.

Bagi yang ingin mencupakan selamat natal baca juga:
20 Gambar Ucapan Selamat Natal dan Tahun Baru 2020

Previous Post Next Post