Anies Baswedan merupakan antitesis dari Presiden Jokowi. Terbukti dari segala sesuatu yang dilakukannya sebagai Gubernur Jakarta, sudah pasti bertentangan dengan kebijakan yang dibuat oleh Ahok ataupun Jokowi saat keduanya menjabat menjadi Gubernur Jakarta.
Sikap Anies Baswedan yang kadang dibilang nyeleneh ini
mendatangkan sentimen media yang sangat besar pada dirinya. Sentimen
media bisa jadi positif, tapi bisa jadi negatif. Nah, untuk saat ini
menurut pengamatan saya, sentimen media terhadap Anis lebih ke sentimen
negatif. Seakan-akan Anies menjadi tokoh antagonis dari sebuah cerita.
Apa yang terjadi ketika Presiden Jokowi meladeni sikap Anies Baswedan?
Sebelum masuk ke jawaban, mari kita lihat beberapa sikap yang dilakukan Anies akhir-akhir ini menurut sudut pandang media.
Melegalkan becak di Jakarta
Trotoar Thamrin sepanjang 43 ribu meter
Rumah DP 0 Persen yang gak sepenuhnya bebas uang muka
Seperti
itulah sentimen media saat ini terhadap Gubernur Anies Baswedan
akhir-akhir ini. Apabila Presiden Jokowi meladeni sikap Anies, sudah
tentu Jokowi juga akan ikut terkena sentimen pemberitaan yang bisa jadi
negatif.
Untungnya Presiden Jokowi bukan
orang polos dalam berpolitik. Jokowi selalu meladeni ‘kekonyolan’ Anies
dengan kesenyapan. Seakan Jokowi mengerti mana yang harus dikomentari
dan mana yang harus didiamkan.
Lantas, apakah Jokowi tidak pernah meladeni sikap lawan politiknya?
Tentu
saja pernah. Sering malah. Namun uniknya, Presiden Jokowi selalu
meladeni sikap orang lain dengan cara yang elegan. Berikut ini contoh
cara Jokowi meladeni sikap seseorang.
Tour De Java SBY dan keluarga demi menyongsong Pemilu 2019:
Ditanggapi dengan kunjungan Jokowi ke ‘Candi’ Hambalang:
Sidang kasus “Papa Minta Saham” MKD:
Ditanggapi dengan mengundang komika ke Istana. Jokowi menganggap kasus tersebut sebagai lawakan:
Terakhir, saat Prabowo dan Amin Rais ke Mekkah untuk bertemu dengan Rizieq:
Di waktu yang bersamaan, ini yang dilakukan oleh Jokowi:
Kesimpulan:
Presiden
Jokowi menanggapi banyak hal, namun beliau menanggapi dengan cara yang
elegan. Hal tersebut bertujuan untuk menghindari sentimen media negatif
yang bisa jadi mengenainya apabila beliau salah menanggapi suatu hal.
Dengan
menulis jawaban ini, bukan berarti saya fans sejati Jokowi. Saya
mengakui bahwa kinerja Presiden Jokowi cukup bagus, tapi masih banyak
juga yang harus dibenahi. Kritik itu perlu. Tulisan saya ini lebih ke
deskripsi fakta yang terjadi, bukan sebuah persuasi.
Bukan
juga saya memposisikan diri sebagai pembenci Anies. Sejujurnya, saya
jatuh hati pada Anies Baswedan saat melihat pemaparan beliau mengenai Indonesia Mengajar. Untuk kedua kalinya saya jatuh hati kepada beliau saat beliau menjelaskan kepada khalayak tentang pentingnya memilih Jokowi.
Perbandingan
antara video pidato Anies di atas dengan sikap-sikap yang dia keluarkan
saat menjabat sebagai Gubernur akhir-akhir ini dapat ditarik
kesimpulan: Anies Baswedan sangat ahli ketika membicarakan topik yang
dia kuasai. Kekonyolan yang dilakukan selama menjabat sebagai gubernur
bisa jadi disebabkan oleh kurangnya kemampuan beliau untuk menjabat
sebagai gubernur. Dengan kata lain, saya lebih suka Anies menjadi
praktisi pendidikan, bukan sebagai gubernur, apalagi politisi.
Artikel ini ditulis oleh Rully Pratama pada buletin Quora dalam menjawab
Apa yang terjadi ketika Presiden Jokowi meladeni sikap Anies Baswedan?
Tags:
Politik










