![]() |
| Images : Netijen Twitter |
Seperti yang kita ketahui, Tsunami menerjang pantai di daerah Pandeglang, Banten dan Lampung selatan pada Sabtu (22/12/2018) malam pukul 20.27 dampak dari Tsunami ini menyebabkan ratusan jiwa meninggal dunia, dan mengakibatkan rumah-rumah penduduk hotel dan kapal rusak.
Lantas apa sesungguhnya yang menjadi penyebab Tsunami di Banten ini? sebagaimana diungkapkan oleh Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho, melalui akun twitternya @sutop_PN, Stunami yang terjadi di Pandeglang bukan karena gempa tektonik, melainkan karena terjadi longsor bawah laut pada anak gunung Krakatau bersmaan dengan adanya gelombang pasang akibat bulan purnama.
Sutopo merilis data korban sementara dari dampak tsunami di selat sunda hingga minggu pukul 16.00 WIB tercatat 222 orang meninggal dunia, 843 orang luka-luka & 28 orang hilang. Kerusakan fisik: 556 unit rumah rusak, 9 unit hotel rusak berat, 60 warung kuliner rusak, 350 kapal-perahu rusak.Penyebab tsunami di di Pandeglang dan Lampung Selatan adalah kemungkinan kombinasi dari longsor bawah laut akibat pengaruh erupsi Gunung Anak Krakatau dan gelombang pasang saat purnama. BMKG masih meneliti lebih jauh untuk memastikan penyebab tsunami. pic.twitter.com/gbJ9eTND6u— Sutopo Purwo Nugroho (@Sutopo_PN) December 22, 2018
Jumlah korban dan kerusakan akibat tsunami di Selat Sunda per 23/12/2018 pukul 16.00 WIB tercatat 222 orang meninggal dunia, 843 orang luka-luka & 28 orang hilang. Kerusakan fisik: 556 unit rumah rusak, 9 unit hotel rusak berat, 60 warung kuliner rusak, 350 kapal-perahu rusak. pic.twitter.com/7esz00fnD7Tidak terdeteksi
Sutopo mengungkapkan tsunami yang terjadi di Pandeglang dan Lampung Selatan, sulit untuk terdeteksi lantaran letusan anak gunung krakatau tidak besar dan tidak menyebabkan gempa, tremor yang menerus namun dan tidak adanya frekuensi tinggi yang mencurigakan menyulitkan BPS untuk mengumumkan akan dampak terjadinya Tsunami.
Salah satu personil kami @bani_seventeen dan Road Manager kami @okiwija menjadi korban meninggal dunia pada tsunami Selat Sunda.— SEVENTEEN Band (@SeventeenBand) December 23, 2018
Mohon ikhlasnya untuk orang-orang tersayang dr mas Bani & mas Oki.#SeventeenBand #PrayForSelatSunda#prayforanyer #PrayForBanten #prayforlampung pic.twitter.com/rjsFP86ljB
#NetijenBerduka
Tstunami selat sunda menyisakan luka mendalam bagi masrakat khusunya warga pandeglang dan lampung selatan, berbagai dukungan dan doa mengalir melalui berbagai platform social media #PrayforSelatSunda sebagai dukungan moril terhadap warga terdampak Tsunami Selat Sunda termasuk kepada personil grup band tanah air Seventeen Band yang menjadi korban Tsunami di Pandeglang, Banten.
Innalillahi w.r. Insya Allah bung herman @SeventeenBand husnul khotimah. Aamiin https://t.co/XCmOlA9si4— Fadjroel Rachman (@fadjroeL) December 23, 2018
Tags:
Headline News

