Pencarian tanpa henti para ilmuwan untuk menemukan planet lain yang dapat mendukung kehidupan manusia baru saja dimulai dengan penemuan dua bintang yang mirip Bumi. Kedua benda kosmik ini memiliki massa yang mirip dengan Bumi dan ditemukan di zona layak huni yang dinamai GJ 1002. Bintang tersebut merupakan salah satu bintang kerdil yang dikenal dengan Katai Merah, yaitu bintang yang hanya memiliki sebagian kecil dari massa dan luminositas (tenaga yang dikeluarkan dalam bentuk foton) Matahari.
Penemuan tersebut dilakukan oleh para peneliti dari Spanish Institute of Astrophysics of Canarias (IAC). Ahli astrofisika Vera María Passenger memberi tahu Science Alert bahwa GJ 1002 adalah "bintang kerdil" dengan massa hanya seperdelapan massa Matahari. “Ini adalah bintang yang agak dingin dan redup. Jadi zona tempat tinggalnya sangat dekat dengan zona bintang."
Zona laik huni sebuah bintang adalah wilayah di sekitar bintang dimana air dalam bentuk cair dapat eksis di planet yang mengorbit bintang tersebut. Zona ini tidak terlalu dingin atau terlalu panas untuk kehidupan. Kedua planet yang baru ditemukan ini relatif lebih dekat ke Bumi daripada penemuan serupa lainnya, hanya berjarak 16 tahun cahaya.
Sebagai perbandingan, TOI 700, Planet mirip Bumi yang berpotensi layak huni lainnya yang ditemukan oleh NASA, terletak lebih dari 100 tahun cahaya di konstelasi selatan Dorado (Rasi Bintang). Namun, para ilmuwan belum memastikan apakah planet ini benar-benar memiliki air yang mengalir atau atmosfer yang menopang kehidupan. Para astronom menamainya dengan GJ 1002b dan GJ 1002c. 1002b lebih dekat ke bintang dan membutuhkan waktu 10 hari untuk menyelesaikan orbitnya, sedangkan 1002c membutuhkan waktu 20 hari lebih lama.
Penemuan ini dilakukan oleh dua observatorium luar angkasa - ESPRESSO (Echelle SPectrograph for Rocky Exoplanets and Stable Spectrscopic Observations) dan CARMENES (Calar Alto High-Resolution Search untuk Bintang Katai Merah dengan Exoearths Near-Infrared and Optical Echelle Spectrographs).
Pencarian Plantet luar tata surya atau Exo Planet dengan jejak kehidupan di luar bumi atau sumber energi seperti air dan panas telah berlangsung selama beberapa waktu, dan kemajuan teknologi eksplorasi ruang angkasa membuat penemuan planet yang berpotensi layak huni semakin umum. Penambahan Teleskop ruang angkasa James Webb ke stasiun ruang angkasa merupakan aset utama bagi para astronom, dan penemuannya menawarkan wawasan baru tentang cara kerja alam semesta.
Para ilmuwan berpendapat bahwa menjelajahi alam semesta tidak hanya diperlukan untuk mempelajari lebih lanjut tentang dunia yang tidak diketahui di luar sana, tetapi pengetahuan yang diperoleh dari eksplorasi diperlukan untuk lebih memahami diri kita sendiri dan susunan planet dan tata surya kita.
Kedekatan relatif GJ 1002b dan GJ 1002c akan membantu para ilmuwan mempelajari dunia lebih detail di masa depan. Para peneliti mengatakan mereka berencana untuk mempelajari atmosfer dari dua massa "berdasarkan cahaya yang mereka pantulkan atau panas yang mereka pancarkan." Dengan perkembangan teknologi yang bergerak dengan kecepatan cahaya, perjalanan untuk menemukan planet yang berpotensi layak huni menjadi semakin singkat.
Segera kami melihat sebuah exo-planet yang mungkin telah duduk tepat di sebelah tata surya kita dan telah bersembunyi di depan mata kita..
dan harapan kita menemukan planet layak huni segara terwujud.
dan harapan kita menemukan planet layak huni segara terwujud.
Tags:
Teknologi

