Affiliate Banner Unlimited Hosting Indonesia

Ini Hasilnya Ketika Orang-Orang Kafir Hendak Menandingi Alquran


Allah SWT dalam beberapa surat di Alquran menantang orang-orang kafir untuk membuat surah atau auat yang serupa Alquran, hal ini lantaran orang kafir Qurais menuduh bahwa Alquran hanyalah karangan Nabi Muhammad semata.

Dalam Alquran setidaknya terdapat 5 pernyataan Allah menantang orang-orang kafir agar membuat surat atau ayat-ayat yang serupa dengan Alquran. Yaitu:

  • Albaqarah Ayat 23
  • Albaqarah Ayat 24
  • Al Isra' Ayat 88
  • Huud ayat 13-14
  • Yunus Ayat 38
Awalnya Allah menantang orang-orang kafir untuk membuat 1 surat. namun pada ayat yang lain Allah mendispenasi menjadi 10 ayat.

Salah satu orang yang mencoba menandingi ayat Alquran adalah Walid Bin Mughirah yang telah disewa oleh pemuka-pemuka suku Wurais seperti Abu Jahal dan Abu Lahab CS, Walid Bin Mughirah merupakan sastrawan terkemuka kalangan bani Qurais

Walid bin Mughirah sesungguhnya orang yang rasional, dan sanksi bahwa Alquran adalah karangan Nabi Muhammad,

Mereka terheran-heran ketika mendengar Alquran dibacakan oleh Nabi Muhammad, dalam percakapannya, merekapun sesungguhnya tidak benar-benar yakin bahwa Alquran adalah omong kosong Nabi Muhammad seperti yang dikatakan oleh pemuka-pemuka Qurais.


Ma huwa bi kalamil basyar "

"Tidak mungkin Alquran adalah omongan manusia"

Lantas Walid bergumam, bahwa menandingi "omongan" Muhammad itu sulit, serba salah lantaran dia tidak lebih cerdas dari Muhammad, sementara Walid bin Mughirah sudah kadung di order oleh pemuka Qurais untuk membuat tandingan bahwa Alquran bukanlah Wahyu Allah. Dan akhirnya dia tetap mencoba menandingi Alquran dengan menyewa sastrawan bernama Musailimah, dia adalah ahli sastra terkenal pada waktu itu.

Akhirnya Musailimah membuat beberapa "ayat" dan mencoba menandingi Alquran, namun hasilnya adalah, " sajaknya benar tapi tidak memiliki kualitas makna"

Ini adalah beberapa karya sastra Musailimah untuk menandingi Alquran:

Musailimah mencoba menandingi Surat Al-fiil



Musailimah mencoba menandingi surat Al- Asr



Musailimah menandingi Surat Az Zariyat


Menandingi surah Al-lail

Dan beberapa karya sastra Musailimah lainnya


Karena Karangan Musailimah yang tidak berkualitas sama sekali, lama-lama Khalid bin Walid cs berkomentar, " Kamu ini lebih stres dari Muhammad".

Akhirnya Musailimah marah kepada Walid Cs karena sudah susah payah membuat karangan untuk menyaingi Alquran , malah dibilang tidak bermutu.

Itulah mengapa, jika Alquran sudah salah dari awal tentu mereka akan mudah menyaingi Alquran, tetapi nyatanya tidak.Karenanya Allah dalam Alquran menantang orang-orang untuk membuat ayat-ayat yang sama dalam Alquran jika mampu, jika satu surat tidak bisa buatlah 10 ayat saja, kalau jugabisa juga satu ayat yang mirip, Allah juga menyuruh orang-orang kafir untuk berkoalisi guna menandingi ayat-ayat Alquran.

Lebih jauh berkaitan dengan kebenaran wahyu Alquran, berkaitan dengan Asbabun Nuzul Surat Al-Qalam sekaligus menggambarkan betapa tingginya nilai sastra yang terkandung dalam Alquran sehingga anak dari Walid Bin Mughirah yaitu Khalid bin walid (saat belum masuk islam) dibuat tercengang karena selain mengandung nilai sastra tapi sekaligus membeberkan fakta.

Umumnya orang-orang ketika berdebat dengan orang lain hanya akan menggunakan Prosa, terus terang, atau mungkin umpatan, tapi tidak dengan Nabi Muhammad ketika mengomentari perilaku dan menunjukan aib Khalid bin Walid menggunakan “sajak” Alquran dengan Rima Kembar, lewat wahyu yang diturunkan kepada nabi Muhammad melalui Malaikat Jibril.

Khalid bin Walid terkenal preman di kalangan masyarakat Qurais, dia terkenal sebagai tukang 1)sumpah, 2)menghina 3) menyebarkan fitnah, 4) tukang cela 5) bertabiat kasar dan terkenal dengan kejahatannya.

Alquran ketika mengomentari Khalid bin Walid melalui Surat Al-qalam Ayat 8–16 dalam bentuk sajak rima kembar.






Pada Ayat alquran 8–11 Khalid mengakui semua yang dilabelkan kepadanya, bahwa dia memang sebagai tukang sumpah, kasar, suka membuat fitnah dan berbagai bentuk kejahatan lainnya.

Namun hingga sampai pada ayat 13 dia protes bahwa Khalid bin walid dianggap sebagai orang yang mengaku-ngaku nasab (garis keturunan yang tidak sah)

Zaniim dalam bahasa arab dan beberapa ulama international menerjemahkan sebagai kelahiran tidak sah (illegitimate birth) atau garis keturunan yang diragukan.

Lihat Terjemahan International: Noble Quran Beberapa imam seperti :

Hilali & Khan : Menerjemahkan 
Utullin baa’da zealika zaneem(zaneemin).
Cruel, after all that base-born (of illegitimate birth),

Mohammed Habib Shakir: Menerjemahkan 
Utullin baa’da zealika zaneem(zaneemin).
Violent (and cruel),- with all that, of a doubtful birth,-

Ahmed Raza Khan: 
Menerjemahkan 
Utullin baa’da zealika zaneem(zaneemin).
Foul mouthed, and in addition to all this, of improper lineage.

Setelah mendengar ayat ke 13 dari surat Al-qalam khalid emosi lantaran bokapnya adalah walid bin Mughirah suku qurais terhormat.

Dengan nada emosi dan menghunus menghunus pedang, dia mendatangi ibunya, “Muhammad menyifatiku dengan sepuluh sifat. Hanya sembilan sifat yang saya temukan dalam diriku. Yang satunya “zanim”, tidak aku ketahui maksudnya. Mohon jelaskan maknanya, atau pedang ini akan menebas lehermu.”

Diceritakan oleh ibunya bahwa Khalid bin Walid bukanlah anak biologis dari Walid bin Mughirah melainkah hasil hubungannya dengan seorang penggembala hewan yang bekerja untuknya.

Alhasil perkataan Nabi Muhammad melalui Alquran dalam surat Al-qalam ayat 13 perihal nasab Khalid bin walid adalah benar adanya. hal ini semakin memperkokoh penilaian bahwa Alquran menjadi sastra paling tinggi dikalangan masyarakat Qurais. Puitis namun mengungkap fakta kebenaran sehingga sulit untuk di tandingi atau di buat yang serupa.

Post a Comment

Previous Post Next Post