Affiliate Banner Unlimited Hosting Indonesia

Fakta-fakta Menyedihkan Penyelanggaraan SEA Games 2019 di Filipina


Filipina menjadi tuan rumah SEA Games 2019 ke 30, pesta olahraga yang digelar setiap 2 tahun ini, melibatkan 11 negara-negara di asia tenggara, (Brunei Darussalam, Kamboja, Indonesia, Laos, Malaysia, Myanmar, Filipina, Singapura, Thailand, Timor Leste dan Vietnam) sejak diselenggarakan pertama kali sejak 1959, SEA Games telah diadakan di 15 kota di seluruh Asia Tenggara kecuali Kamboja dan Timor Leste. Indonesia menjadi tuan rumah SEA Games yang ketiga kalinya pada 2011 lalu. 

SEA Games 2019 sedianya akan dibuka secara resmi pada 30 November 2019 dan akan berakhir pada 11 Desember 2019, namun belum juga sibuka secara resmi, SEA Games mendapat banyak kecaman, Filipina dianggap tidak siap menjadi tuan rumah, fasilitas yang disediakan untuk penyelenggaraanya menyisakan banyak masalah dan pelayanan yang buruk terhadap para atlet.

Ruang Media Center yang jauh Dari Layak

Akun Twitter resmi The Philipin Star@PhilippineStar memposting beberapa foto ruangan konferensi pers yang sangat jauh dari layak, ruang konferensi itu berada didalam ruangan dengan bangunan-yang masih belum jadi, kursi-kursi yang disediakan untuk wartawan mirip dengan kursi pesta pernikahan di kampung-kampung.




Ruang Media Center pada SEA Games 2019 di Filipina

Koper Berjejer Dipinggir Lapangan

Dilansir Indosport.com, Gelaran SEA Games telah memainkan sejumlah cabang olah raga diantaranya sepak bola, Timnas Indonesia U-23 bertemua Thailand di Grup B pada  Selasa (26/11/19) sore. 

Brunei Darussalam U-23 menjalani laga pembuka Grup B cabor sepak bola SEA Games 2019 dengan menghadapi Vietnam di Binan Football Stadium, Laguna Filipina, Senin (25/11/19) namun bukan hasil pertandingan yang diberitakan oleh media melainkan hal yang tidak lazim yaitu banyak  perlengkapan atlet seperti koper tergeletak di pinggir lapangan selama pertandingan berlangsung.

akun Instagram Asean Futbol, terdapat sejumlah koper milik para pemain timnas Brunei berjejer dan tergeletak di pinggir lapangan.


Toilet Wanita Tanpa Sekat

Seorang jurnalis untuk ABS-CBN News, Angel Modivo, mencuit sebuah cuitan sebuah toliet wanita yang tidak memilik sekat disalah satu stadion yang menjadi venue SEA Games. 
Dalam cuitnya yang diunggah pada hari Senin (25/11/19) memperlihatkan video toliet khusus wanita di Stadion Rizal Memoria tanpa sekat.

"Lihatlah, ruang khusus wanita yang baru saja direnovasi di Stadion Rizal memiliki dua toilet dalam satu kubikel"

Timnas U-23 Terlantar 12 Jam

Timnas U-23 juga tidak luput menjadi korban kacabalaunya filipina menjadi tuan rumah, mulai dari penyambutan, akomodasi yang tidak menjadi perhatian penyelanggara. Timnas U-23 terlantar hingga 12 jam di bandara Ninoy Aquino, Manila, Sabtu (23/11) pukul 04.30 waktu setempat. Namun, mereka harus menunggu 12 jam untuk dijemput panitia SEA Games 2019 (PHISGOC) untuk diantar ke hotel tempat menginap.

ASEAN Football News menyebutkan, Timnas Indonesia U-23 tiba jam 4.30 pagi dan mereka harus menunggu hampir 12 jam sampai jam 5.00 sore untuk sampai ke hotel. Latihan pun dibatalkan. Panitia bilang ada penundaan untuk akomodasi. Namun, makanan yang disajikan sulit dikonsumsi untuk tim nasional, dan pelatihan dibatalkan. Akhirnya, tim latihan ringan berlari di sekitar hotel," 
Timnas Indonesia U-23 Terlantar hingga 12 Jam di Bandara Ninoy Aquino, Manila

Tidak hanya Timnas Indonesia, Timnas U-23 timor Leste dan Myanmar pun mengalami kejadian serupa, terlantar hingga 3 jam dan dijemput dengan bis sekolah yang tidak layak.

"Bus ini tampak seperti minibus yang tidak lebih baik dari mobil yang dipakai sebagai truk di Myanmar," tulis sebuah postingan di akun ASEAN Football News.


Bus yang menjemput U-23 Myanmar,

Daging Babi Untuk Kontingen Muslim

Dari 11 negara yang berpartisipasi di SEA Games, Indonesia, Malaysia, Singapura, dan Brunei memiliki banyak atlet Muslim. Masalah mereka sama: kesulitan mendapatkan makanan halal. Petugas media tim sepakbola Indonesia, Gatot Widardo, bahkan tidak sengaja memakan daging babi yang disebabkan pantia tidak memisahkan antara makanan halal dan non halal.
Singapura pada Senin (25/11/19) telah melayangkan surat protes terkait masalah ini ke Panitia Penyelenggara SEA Games Filipina atau PHISGOC. Pasalnya sebagian besar atlet di tim sepakbola U-22 Singapura adalah Muslim.

Presiden Duterte Ngamuk

Ramainya kecaman diberbagai media terkait penyelenggaran SEA Games 2019 di Filipina menjadi perhatian serius Presiden Filipina Rodrigo Duterte, melalui juru bicaranya Salvador Panelo, agar dilakukan penyelidikan terhadap kekacaun yang terjadi yang diduga disebabkan oleh dana yang dikorupsi untuk penyelenggaraan SEA Games 2019

Presiden Filipina Rodrigo Duterte,

"Presiden tidak senang dengan apa yang dia dengar tentang kekacauan di Sea Games 2019. Keluhan tentang keterlambatan, transportasi, check-in, makanan. Serta dugaan korupsi, termasuk bentuk inkompeten, dia ingin menyelidikinya," tambahnya.

Duterte dan jajarannya dikabarkan akan melakukan penyelidikan dugaan korupsi kepada semua penyelenggara, termasuk Ketua DPR yang juga Ketua Panitia Penyelenggara SEA Games Filipina, Alan Cayetano.

Post a Comment

Previous Post Next Post